CIANJUR — Di tengah keterbatasan ekonomi, Uman Nur Hikmat (56), warga Kampung Pupungkuran, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, masih harus bertahan hidup di rumah yang kondisinya nyaris roboh dan tidak lagi layak huni.
Rumah yang ditempati Uman mengalami kerusakan cukup parah. Kondisinya dikhawatirkan semakin memburuk ketika diguyur hujan deras atau diterpa cuaca buruk, sementara Uman tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk melakukan perbaikan secara mandiri.
Uman mengatakan, hingga kini dirinya belum pernah menerima bantuan untuk perbaikan rumah maupun bantuan lain yang dapat menunjang kebutuhan hidupnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Uman mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat kebutuhan memperbaiki tempat tinggal menjadi persoalan yang sulit diwujudkan.
Di usianya yang tidak lagi muda, Uman berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap warga kurang mampu. Bantuan perbaikan rumah dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar tempat tinggal yang selama ini ditempatinya dapat kembali aman dan layak.
Warga sekitar juga berharap kondisi Uman segera mendapat perhatian. Mereka menilai persoalan yang dihadapi bukan hanya menyangkut kelayakan rumah, tetapi juga keberlangsungan hidup seorang warga yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari pekerjaan serabutan.
Kondisi Uman sekaligus menunjukkan masih adanya persoalan pemenuhan kebutuhan dasar di tengah masyarakat, khususnya akses terhadap hunian yang aman dan layak bagi warga dengan keterbatasan ekonomi.
Perhatian dan intervensi pemerintah melalui program perbaikan rumah tidak layak huni maupun bantuan sosial diharapkan dapat menjadi solusi agar Uman tidak terus menghadapi risiko tinggal di rumah yang sewaktu-waktu dapat mengalami kerusakan lebih parah.






