CIANJUR — Musim kemarau panjang yang memicu penurunan produktivitas lahan pertanian berimbas pada melonjaknya harga komoditas pangan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam sebulan terakhir, berkurangnya pasokan dari tingkat petani mendorong kenaikan harga berbagai jenis cabai hingga dua kali lipat di pasar tradisional.
Hasil pemantauan di Pasar Muka, Cianjur, Kamis (24/9/2026), menunjukkan lonjakan harga terjadi secara bertahap namun konsisten. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah tanjung dan cabai rawit domba yang kini menyentuh angka Rp80.000 per kilogram.
”Kenaikan terasa sejak bulan lalu karena pasokan berkurang akibat cuaca kering,” ujar Nunung (41), pedagang sayuran di Pasar Muka.
Berikut rincian pergerakan harga komoditas sayuran di Pasar Muka, Cianjur:
Cabai Merah Tanjung Rp40.000 – Rp80.000
Cabai Rawit Domba Rp50.000 – Rp80.000
Cabai Merah Keriting Rp40.000 – Rp70.000
Sawi Rp6.000 – Rp12.000
Buncis Rp24.000 – Rp28.000
Di tengah kenaikan mayoritas komoditas sayuran tersebut, Nunung mencatat komoditas bawang menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan harga.
Daya Beli Konsumen dan Omzet Pedagang Menurun
Tingginya harga komoditas dapur ini memukul daya beli masyarakat. Konsumen menyiasati lonjakan harga dengan memangkas volume pembelian hingga separuh dari kebutuhan normal dari yang biasanya membeli satu kilogram kini hanya setengah kilogram.
Kondisi ini turut menggerus omzet para pedagang pasar. Modal pembelian stok yang membengkak tidak diimbangi dengan volume penjualan yang memadai.
”Penjualan berkurang drastis. Pendapatan turun karena harga beli dari pemasok mahal, sementara pembeli membatasi belanjaan mereka,” ungkap Anwar (45), pedagang lainnya.







