DLH Cianjur Intensif Cek Udara, Antisipasi Dampak Karhutla dan Kemarau Panjang 

Berita9 Dilihat

CIANJUR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengintensifkan pengukuran indeks kualitas udara di sejumlah titik strategis menyusul maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau panjang.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas udara di Kabupaten Cianjur tetap berada dalam kondisi aman dan tidak melampaui baku mutu lingkungan, mengingat asap dari karhutla berpotensi meningkatkan konsentrasi polutan di udara.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kabupaten Cianjur, Evi Hidayah, mengatakan pengukuran kualitas udara merupakan agenda rutin. Namun, intensitas karhutla membuat pemantauan kali ini dinilai semakin penting.

“Untuk memastikan kualitas udara ini dalam kondisi aman atau di bawah baku mutu, perlu dilakukan pengecekan atau pengukuran secara intensif,” ujar Evi, Rabu (30/9/2026).

Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi indeks kualitas udara di wilayah Kabupaten Cianjur secara umum masih relatif baik dan berada di bawah ambang batas baku mutu.

Meski demikian, DLH Cianjur tetap melakukan pengukuran secara lebih mendalam guna memperoleh data yang akurat mengenai kondisi kualitas udara di lapangan, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas kendaraan, permukiman padat, maupun kegiatan industri.

Pengukuran tersebut dilakukan melalui sinergi antara DLH Kabupaten Cianjur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Pemantauan kualitas udara dilaksanakan secara berkala dengan agenda pengukuran setiap semester.

Delapan Titik Jadi Lokasi Pemantauan

Pada pengukuran kali ini, terdapat delapan titik yang menjadi lokasi pemantauan kualitas udara. Lokasi tersebut dipilih untuk merepresentasikan sejumlah kawasan dengan karakteristik aktivitas yang berbeda.

Empat titik pengukuran dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, yakni ruas Jalan Raya Bandung di sekitar Kantor Inspektorat, kawasan permukiman Gang Bakti, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, kawasan industri di Jalan Perintis Kemerdekaan (Jebrod), serta kawasan Terminal Tipe B Pasirhayam.

Sementara empat titik lainnya dilakukan bersama DLH Provinsi Jawa Barat, meliputi Kompleks Pemkab Cianjur, kawasan Perumahan Pesona Cianjur Indah, kawasan industri PT Aurora World di Kecamatan Sukaluyu, serta area Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur.

Menurut Evi, seluruh sampel hasil pengukuran saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan DLH Provinsi Jawa Barat.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi kualitas udara Cianjur secara lebih terukur, termasuk melihat kemungkinan adanya peningkatan polutan yang berkaitan dengan aktivitas pembakaran maupun sumber pencemaran lainnya.

“Hasil resminya diperkirakan akan keluar sekitar bulan November atau Desember mendatang,” pungkas Evi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *