BAZNAS Cianjur Bidik Rp21 Miliar Zakat, Kepengurusan Baru Perkuat Kepercayaan Publik

Berita11 Dilihat

CIANJUR — Kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur periode 2026-2031 resmi dilantik di Pacaniti Pendopo Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). Di bawah kepemimpinan baru, lembaga pengelola zakat daerah ini mematok target penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mencapai Rp21 miliar, berpatokan pada arahan BAZNAS Pusat.

​Pelantikan jajaran pimpinan BAZNAS Cianjur ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Jawa Barat, jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur—termasuk Bupati dan Wakil Bupati—serta perwakilan TNI, Polri, Ketua dan Sekretaris MUI Cianjur, hingga tokoh agama setempat. Momentum ini menjadi titik awal penguatan tata kelola zakat yang dinilai kian menuntut profesionalisme, transparansi, serta akuntabilitas publik.

​Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur periode 2026–2031, Ustad Deni Saeful Rohman, menegaskan bahwa seluruh program operasional dan penyaluran dana ke depan bakal bertumpu pada empat pilar utama: aman syar’i, aman regulasi, aman administrasi, dan aman NKRI.

​”Aman syar’i memastikan seluruh gerak kita tetap dalam koridor syariat Islam. Sementara aman regulasi menegaskan kepatuhan pada undang-undang, peraturan menteri agama, hingga peraturan bupati. Kami tidak akan keluar dari batasan hukum tersebut,” ujar Deni usai pelantikan.

​Dari sisi akuntabilitas, Deni menyoroti ketertiban administrasi mulai dari arus penghimpunan, pola pendistribusian, hingga mekanisme pelaporan terbuka kepada masyarakat. Sedangkan pada aspek kebangsaan (aman NKRI), BAZNAS Cianjur berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna menopang kesejahteraan sosial di daerah.

​Guna mengejar target Rp21 miliar tersebut, BAZNAS Cianjur berfokus pada dua langkah strategis awal: membangun kembali kepercayaan publik (public trust) dan konsolidasi kelembagaan secara menyeluruh. ​”Konsolidasi internal dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga jaringan DKM dan RT/RW. Sinergi di semua lini menjadi kunci utama pengumpulan zakat yang optimal,” pungkas Deni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *