BPP Mande Dorong Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran Melalui Validasi E-RDKK 

Berita12 Dilihat

CIANJUR — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mande memperkuat koordinasi dan validasi data petani sebagai bagian dari persiapan penyusunan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) 2027. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Koordinasi sekaligus sosialisasi kebijakan pertanian itu digelar di Balai Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Senin (21/9/2026). Kegiatan diikuti Koordinator BPP Kecamatan Mande Rudi Suprianto, para penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah desa, serta jajaran terkait.

Selain membahas E-RDKK 2027, pertemuan tersebut juga membahas penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian 2027 dan kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi. Penyusunan program diarahkan agar lebih responsif terhadap potensi wilayah, kebutuhan petani, serta arah pembangunan sektor pertanian.

Dalam proses penyusunan E-RDKK, penyuluh diminta memastikan setiap data petani yang diusulkan lengkap, valid, dan sesuai kondisi faktual di lapangan. Data tersebut mencakup dokumen kepemilikan atau penguasaan lahan, luas lahan garapan, KTP, serta Kartu Keluarga.

Sebelum diinput ke dalam aplikasi, data terlebih dahulu disusun secara manual dan diverifikasi bersama kelompok tani serta pemerintah desa. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting untuk meminimalkan kesalahan administrasi sekaligus memastikan calon penerima pupuk bersubsidi benar-benar memenuhi ketentuan.

“Koordinasi ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi antara penyuluh, kelompok tani, pemerintah desa dan pihak terkait, sehingga setiap program pertanian dapat dilaksanakan secara tertib dan sesuai kebutuhan petani,” kata Koordinator BPP Kecamatan Mande Rudi Suprianto, kepada awak media, Senin (21/9/2026).

Selain validasi data, kegiatan juga dirangkaikan dengan bimbingan teknis bagi penyuluh mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi di lapangan. Materi meliputi metode, media, teknik, sasaran hingga substansi penyuluhan yang akan disampaikan kepada petani.

Berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi di lapangan turut dibahas untuk kemudian dirumuskan langkah tindak lanjut. Dengan koordinasi tersebut, pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di Kecamatan Mande diharapkan semakin terarah, berbasis data, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *