Ribuan Ikan Nila Mati Massal di Waduk Cirata Jangari, Perubahan Cuaca Diduga Jadi Pemicu

Berita10 Dilihat

CIANJUR — Ribuan ikan nila milik pembudidaya ditemukan mati mendadak di kawasan Waduk Cirata, Jangari, Desa Cimanggu, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (28/9/2026). Kematian massal tersebut diduga berkaitan dengan fenomena upwelling yang terjadi setelah perubahan cuaca ekstrem dan hembusan angin kencang melanda kawasan waduk.

Fenomena tersebut membuat ikan terlihat berenang ke permukaan dalam kondisi lemah dan terengah-engah sebelum akhirnya mati dan mengapung di sekitar area keramba jaring apung (KJA).

Informasi mengenai kejadian itu turut beredar melalui rekaman video yang diunggah akun Facebook Samsul Bahri. Dalam rekaman tersebut terlihat ikan nila dalam jumlah banyak berada di permukaan air dan sebagian telah mati.

Fenomena upwelling merupakan kondisi ketika massa air dari lapisan bawah perairan bergerak naik ke permukaan. Pergerakan tersebut dapat membawa material organik dan sedimen dari dasar perairan sehingga berpotensi memengaruhi kualitas air serta kondisi lingkungan tempat ikan dibudidayakan.

Kondisi tersebut diduga semakin dipengaruhi perubahan cuaca yang terjadi setelah kawasan Waduk Cirata mengalami periode kemarau panjang. Hujan deras yang kemudian mengguyur wilayah Jangari disertai angin kencang diduga memicu perubahan kondisi perairan secara cepat.

Salah satu parameter yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan adalah kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO). Ketika kadar oksigen di dalam air turun hingga melewati batas toleransi ikan, ikan dapat mengalami stres, kesulitan bernapas, bergerak ke permukaan untuk mendapatkan oksigen, hingga akhirnya mengalami kematian.

Kondisi kekurangan oksigen tersebut dapat terjadi ketika terjadi perubahan mendadak pada dinamika perairan, termasuk pencampuran massa air dan pengangkatan material organik dari lapisan bawah.

Kematian ikan secara massal akibat perubahan kualitas air bukan hanya berdampak terhadap ekosistem perairan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi pembudidaya yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas KJA di Waduk Cirata.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian massal ikan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pengukuran kualitas air dan kadar oksigen terlarut di lokasi. Hasil pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah fenomena upwelling menjadi faktor utama atau terdapat faktor lingkungan lain yang turut memicu kematian ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *